Nikita memperhatikan gerak gerik One yang membereskan barang bawaan miliknya kemudian perlahan ia pun turun dari dalam Dolunay dan menghampiri Nikita yang duduk di sisi lainntya, "Terima kasih banyak sekali lagi," ucap One kepada Nikita. Nikita hanya membalas ucapan pria itu dengan senyuman serta anggukan kepala. Setelahnya, One berbalik dan meninggalkan Nikita. Nikita memicingkan matanya berusaha mencari tanda sisik yang tadi ia lihat di bagian tengkuk hingga leher One, namun entah mengapa tanda yang tadi ia lihat kini justru tak ada. "Apa hanya perasaanku saja? Atau mungkin bayangan dari matahari yang masuk melalui celah dedaunan?" gumam Nikita, berusaha mengingat bentuk yang sisik yang jelas - jelas ia lihat di permukaan kulit pria itu. Tak mau mengambil pusing, Nikita pun hanya meng

