Rupanya, pria itu bukan bagian dari murid Akademi Lorillis Adarlan, dan bahkan bukan juga salah satu staff serta tim pengajarnya. Gerhard menaikkan kedua alisnya karena tak mengenali pria tersebut. "Aku lupa memperkenalkan diriku," ujar pria itu sambil merapikan jasnya dan menatap Gerhard sambil tersenyum. "Perkenalkan, aku Azriel Draven, seorang pemilik toko buku di pusat Kota Wendlyn. Kebetulan aku sedang bosan berada di tempatku bekerja, jadi aku memutuskan untuk pergi kemari," ujarnya. "Saya Gerhard Alastair, dari Desa Solandis, Kota Adarlan. Mungkin anda tidak terlalu tahu menahu karena tempat itu berada di tempat paling ujung Kota Adarlan dan bahkan terpencil," balas Gerhard. Azriel terkekeh mendengar ucapan Gerhard, "Ketahuilah, Nak, aku mengetahui setiap pelosok Kota Adarlan te

