Asisten Dosen, sebuah panggilan baru untuk Lydia. Yang bahkan gadis itu tak pernah membayangkan dia akan menjadi seorang asisten dosen. Mungkin terdengar keren, namun bagi Lydia tidak. Dia sendiri malah terlihat seperti semakin di benci. Seperti hari ini, Lydia di berikan amanah untuk menggantikan Pak Riki, selaku dosen yang memilih Lydia sebagai asisten nya. Berhubung Pak Riki sedang ada acara, jadi Lydia yang harus maju menggantikan tugas dosen tersebut. Pintar? ya tentu saja. Kalah tidak pintar Lydia juga tidak akan ada di kelas akselerasi. "Tugas nya taruh saja di ruangan Pak Riki, paling lambat akhir pekan" ucap Lydia sebelum menutup laptop dan mengakhiri jam mata kuliah nya. Tatapan tajam dan beberapa kata tidak pantas bisa Lydia dengar seiring gadis itu berjalan keluar. Jam ma

