Agler mengucapkan salam sebelum masuk ke kamarnya, tidak lupa menghidupkan lampu kamar karena sangat gelap. Mungkin Agatha sengaja mematikannya tadi. Tidak ada balasan salam yang di terima Agler, padahal Agatha ada di sisi ranjang sedang duduk hingga hanya bagian kepala yang terlihat. Agler berjalan mendekat dan menyentuh pundak Agatha pelan. "Kenapa Sayang?" tanyanya sangat lembut, membuat Agatha yang tengah memeluk lututnya segera mendongak. Tanpa abah-abah, wanita bar-bar itu langsung memeluk Agler sangat erat, menyembunyikan wajahnya di d**a bidang Agler. Karena tidak siap, Agler sedikit terjungkal kebelakang hingga duduk di lantai. "Kenapa, Hm?" tanya Agler lagi seraya mengusap rambut Agatha penuh kasih sayang. "Saya hanya ingin memeluk Bapak sebentar saja," lirih Agatha tan

