"Maaf! Tolong kejar pencopetnya," pinta sang gadis sopan pada babang El. Gadis cantik ini mengatur napasnya yang tengah memburu. Dia hendak berangkat kuliah tapi terhambat karena tasnya dicopet saat menunggu bus dihalte. Tas itu isinya dompet, laptop dan makalah tugas kuliah yang bersifat penting. Hanya ada Elgio, seorang pria yang ada disitu dan diharapkan bisa membantu. Jiwa pahlawan pada Elgio pun bergelora saat ini. Biasanya dia diam dan mengandalkan pengawal saja atau polisi, disini kan tidak ada dua elemen tersebut, langka maning. Elgio berlari sekuat tenaga. Ternyata si pencopet lamban juga bagaikan siput dan Elgio bagai kuda, tapi bukan kuda lumping, ini kuda yang suka balapan cuy. Biar kata sedang lapar dan makan hanya secuil roti, stamina babang El bagus juga. Kalau stamina di a

