“Mas rasa kamu terlalu tinggi untuk Mas gapai. Jadi Mas maju mundur untuk mengatakannya.” “Itu yang Mas rasakan. Kalau kamu sekarang ngomong seperti itu ya oke, Mas nggak akan pernah berpikir demikian. Tapi untuk selanjutnya kalau kita pergi makan atau apa pun biarkan Mas yang bayar sebagai laki-laki.” “Jangan bikin Mas merasa nggak sanggup, jangan bikin Mas merasa minder kok dibayarin perempuan.” “Oke kalau soal itu aku setuju. Tapi kalau hadiah boleh dong aku yang beli sendiri?” tanya Listy. “Ya kalau itu oke.” “Aku tahu Mas sibuk. Mas seorang dokter, itu bukan seperti yang waktunya bebas. Tapi Mas juga tahu seorang desainer itu kalau sudah berpikir nggak bisa diganggu. Jadi aku ingin kita nggak tiba-tiba telepon agar tak ganggu konsentrasi kita bekerja. Kita kasih kode saja kaba

