“Aku nggak mengerti mau mulai dari mana. Aku nggak tahu ini timing-nya pas atau enggak. Tapi rasanya terlalu lama kalau aku tahan. Irhan memandang tajam Listy, yang dipandang tak takut, balas menatap Irhan tanpa ragu. “Ada apa sih Mas? Kok kayaknya nakutin banget,” tanya Listy. “Aku mau jujur sama kamu.” “Sejak aku lihat kamu pertama kali di café. Aku nggak tahu pokoknya mungkin itu yang dinamakan falling in love at first sight. Jujur aku jatuh cinta ke kamu di situ.” ‘Apa?’ Listy tak percaya Irhan mengakui perasaannya. “Tapi saat itu aku Masih menyangkal, aku menahan agar tak berkelanjutan jatuh hati. Karena aku sudah kapok dengan wajah lugu, sudah kapok dengan wajah jujur. Jadi aku paksa agar rasa itu mati.” “Lalu pas kamu pulang tanpa sengaja kita bertemu lagi.” “Dan saat per

