Memasuki loby depan rumah sakit tanpa mereka tahu berdiri seseorang yang sedari tadi memperhatikan mereka, saat alvin & hulya mendekat orang itu tidak basa-basi lagi. Langsung saja di sapanya alvin & hulya dengan santai. “alvin, hulya” panggil orang itu. Deg... auto membuat keduanya kalang kabut mendengar suara yang begitu familiar di telinga mereka, jantung mereka bergemuruh layaknya habis lari maraton. “pa papa? Papa kapan sampai pa? Terus papa kesininya dengan siapa? ” Alvin mencium punggung tangan sang papa diikuti hulya. Sedangkan mata pak rama tertuju pada perut buncit hulya, hulya yang sadar akan hal itu langsung tertunduk. ‘ternyata mimpi itu benar, hulya tengah hamil. Tapi kenapa saat ini aku malah bimbang, perasaanku tidak enak. Melihat alvin sedekat ini dengan hulya memb

