Part 32

1251 Kata

Setelah kepergian pak rama dari ruangannya, kini Alvin tengah duduk di kursi meja kerjanya. namun tak ada yang tahu kalau otaknya sedang bertamasyah. Keraguan akan di tolak oleh hulya mulai menghantui pikirannya. Bagaimana jika penantiannya sia-sia? Harapan dalam penantian tanpa kepastian adalah cinta yang menyakitkan. Alvin memejamkan mata sejenak, di pijatnya bagian pelipisnya. Mencoba meredakan pening yang dia rasakan. Optimisnya begitu ciut saat mendengar jawaban hulya tadi, tapi hati kecilnya terus memberikan semangat, bahwa setiap usaha akan membuahkan hasil. Alvin mengambil benda pipih miliknya dari dalam saku jas putih kebanggaannya, di tekannya nama seseorang. “hallo dokter frisca” “yes dokter alvin?” jawab dokter frisca di seberang. “bagaimana perkembangan bayi hulya? Sehat?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN