Alvin mendekat dan berjongkok di bawah Hulya, lantas terucap kata... "WILL YOU MARRY ME?" Setetes bulir air mata Hulya jatuhkah dari ujung pelupuk mata, kata itu terdengar tulus terucap dari si empuhnya. Apalagi kini Alvin berjongkok dengan bucket bunga di tangan, semakin membuat jantung Hulya ingin lompat dari tempatnya. Hulya masih berpikir, bukan lagi tentang traumanya. Namun apa dirinya pantas mendampingi Alvin? Dirinya janda beranak satu sedang Alvin masih perjaka ting-ting. "kalau kau menerima bucket bunga ini, itu tandanya kau menerima lamaranku. Dan walaupun tidak, aku masih siap menunggu." Alvin harap-harap cemas menunggu tindakan Hulya, sedangkan Hulya sendiri masih menatap bucket bunga di tangan Alvin sebelum sederet pertanyaan keluar dari bibir yang tertutup niqob itu. "a

