"Bibir kamu boleh mengelak, tapi netra kamu tidak bisa memanipulasi keadaan." ucap Alvin sarkas, "nanti malam kita ketemu di cafe dekat taman Merlion. Dan aku tidak menerima penolakan" lanjut Alvin. "emmm... - " Belum sempat Hulya menjawab sudah dipotong aja oleh Alvin. "oh ya satu lagi, Jam 8 sudah harus di tempat dan jangan telat. Assalamualikum," Lantas Alvin pergi meninggalkan Hulya. "wa'alaikum salam warahmatullah..." Hulya menghembuskan nafas kasar, "kebiasaan menghendaki keinginan secara sepihak," Hulya kembali masuk ke toko menghampiri si cantik Aliv yang kini sedang lunch disuapin Mbak Sari. "tadi bekalnya dihabisin?" tanya Hulya. "habis Ummah, besok Aliv mau bekal seperti itu lagi ya!" setiap hari Aliv selalu dibawakan bekal ke sekolah, karena di sekolah Aliv tidak memperb

