Bab 10. Masih Ada Rasa “Mau ke mana kamu?” Bunga menghalangi langkah Sonya. Sonya masih menunduk dan mencoba mencari celah supaya bisa menyerobot. Namun, ketika Sonya ke samping kiri, Bunga pun begitu. “Hei, lihat aku!” Bunga dengan cepat menarik rambut Sonya yang panjang hingga mendongak. “Menyedihkan sekali kamu. Sampai kapan pun, Rendy nggak akan tertarik sama kamu.” “Lepaskan aku!” Sonya mendorong Lita dengan kuat hingga membuat Wanita itu jatuh tersungkur. “Apa yang kamu lakukan?” suara Rendy terdengar dari pertengahan anak tangga. Rendy dengan cepat melangkah turun lalu membantu Bunga berdiri. Sonya tidak berniat menjelaskan sama sekali. Dia hanya tetap mengatur napas dan mengeraskan rahang dengan bibir tertutup rapat. Bicara pun akan percuma karena Rendy tidak akan percaya. “

