Bab 12. Malam Tak Terlupakan Sekarang, yang terdengar hanya suara racauan dan desahan yang saling bersahutan. Setiap ritme yang berlalu tidak ada yang sia-sia. Rendy merangkul pinggang itu dan mengalihkan ke atas hingga ia bisa melihat dengan jelas wajah sendu yang menikmati percintaan ini. Dua mata yang selalu sayu ketika Rendy memperdalam milikinya, membuat Rendy tidak bisa berpaling. Cumbuan yang semakin panas menemani suara yang bergema menambah kekuatan untuk menyerah dan tidak mau berhenti. “Bagaimana kamu bisa secantik ini.” Suara itu terdengar berat dan tertahan, Sonya tidak menyahut selain menggigit bibirnya dan menahan napasnya yang naik turun tidak terkendali. Di sela kenikmatan itu, bodohnya Rendy kembali mengingat gambar itu. Dia hampir saja berhenti, tapi keinginannya un

