Bab 20. Masih Bertengkar Sonya pergi ke toko sekitar pukul Sembilan pagi. Biarpun dia masih jengkel pada sang suami, tapi nyatanya dia masih bisa menyiapkan sarapan. Tidak peduli betapa kesal dirinya, dia teringat pesan sang ayah dan ibu yang mengatakan untuk selalu melayani sang suami. “Kenapa kesiangan?” tanya Pinkan. “Apa bertengkar lagi?” Sonya menggeleng. Mungkin dia sedang kesal, tapi sebenarnya pagi ini tidak ada pertengkaran sama sekali. Sonya hanya sedang berharap kalau Rendy akan segera minta maaf dengan sungguh-sungguh dan mengakui kesalahannya selama ini. Ya, itu kalau memang dia cinta. “Kamu yakin?” Pinkan menyikut lengan Sonya. Pinkan sudah mengenal Sonya sejak lama, dia tahu seperti apa raut wajah cantik itu ketika sedang marah. Setelah Sonya meletakkan tasnya di atas m

