Bab 19. Tidakkah Ingin Memohon Maaf? Ketika satu bulan waktu itu berlalu, Sonya ternyata sedang mengandung. Dia tidak tahu tentang hal itu karena kesehariannya hanya focus pada perdebatan rumah tangganya yang seperti tidak ada habisnya. Hingga seminggu berlalu sejak pulang dari rumah sakit, hubungan pun masih belum membaik. Rendy tidak kasar, tidak juga marah-marah lagi. dia lebih banyak mencoba perhatian, meski tidak Sonya tanggapi. Tentang ia yang sudah kehilangan calon bayinya, rasa sakit masih terasa. Bukan pada badannya melainkan lebih ke perasaan. Andai dia bisa menjaga diri, mungkin janin dalam kandungannya yang belum berbentuk itu akan bertahan sampai kelak dilahirkan nanti. Ayolah, Sonya! Cukup sudah kamu merenungi semua itu. Itu bukan sebuah kesengajaan kan? Sonya bergidik de

