Bab 18. Sebuah Kesalahan “Kenapa baru pulang?” tanya Tamara begitu melihat Rendy masuk ke dalam rumah. Rendy enggan menghiraukan pertanyaan itu. Dia benar-benar lelah dan pusing sekarang. “Di mana Sonya? Apa dia kabur?” Rendy tidak habis pikir dengan pertanyaan konyol itu. Jika biasanya Rendy akan biasa saja ketika mama bersikap buruk pada Sonya, tapi entah kenapa sekarang terdengar berbeda. Ada rasa tidak terima dan ikut sakit seolah dirinya yang sedang diperolok. “Dia itu memang Wanita tidak tahu diri, Rend. Harusnya kamu nggak usah dengerin kata papa.” Rendy masih belum menjawab dan tetap acuh berjalan semakin masuk ke dalam hingga sampai di tangga menuju lantai dua. “Rendy, mama lagi bicara, lho sama kamu. Berhenti sebentar.” “Ada apa, Ma?” desah Rendy. Rasanya ketih lesu sekar

