Bab 17. Tidak Bisa Diselamatkan Di depan pintu ruang periksa, Rendy sudah mondar-mandir seperti orang stress. Dia menunduk sambil menggigit jarinya, berharap dokter segera ke luar memberi penjelasan. Lantas, ketika mendengar suara gesekan pintu, kepala itu dengan cepat mendongak. Rendy langsung maju menghampiri dokter Wanita itu. “Bagaimana, Dok, keadaan istri saya?” Dokter itu tersenyum seperti mengisyaratkan sesuatu. Ada helaan napas pendek juga yang terdengar. “Nona baik-baik saja, tapi—” “Tapi apa, Dok?” “Janin dalam kandungan istri anda tidak bisa kami selamatkan,” ujar dokter dengan nada penuh penyesalan. “Janin?” wajah Rendy berkerut. “Apa maksud dokter?” Dokter itu tersenyum tipis lagi. “Jadi, Nona Sonya sedang hamil tiga mingguan, mungkin nona sendiri juga belum tahu.” Wa

