Bab 16. Semakin Sakit Sonya masuk ke dalam rumah dengan langkah perlahan. Dia sudah meringis menahan nyeri pada perutnya yang sekarang malah semakin terasa. “Kenapa jadi makin sakit,” rintihnya sambil memegang pintu. Sonya perlahan meraih gagang pintu dan menekannya ke bawah hingga pintu tersebut terbuka. Tidak ada siapa pun di sini. Mungkin penghuni rumah sedang berada di ruang makan. Sonya menutup pintu sebelum kembali melangkah. Satu tangannya masih memegangi perut kirinya dan berjalan mencondong. Dari arah tangga, ada seseorang yang sedang mengamati langkah Sonya. Keningnya terlihat berkerut dan menurunkan kepala mencoba melihat wajah Sonya yang menunduk. “Kamu kenapa?” Sonya spontan mendongak. Melihat siapa yang berdiri tidak jauh dari hadapannya, dengan cepat Sonya mencoba berd

