24. End.

1088 Kata

Kisah yang telah hancur—akan menjadi sebuah tembok yang rapuh, karena saat berusaha kembali menyentuhnya bisa saja lukamu kembali melebur. *** “Kok seharian diam aja, kamu marah yah sama aku?” tanya Fransiska yang duduk di sebelah Satria, ia menyadari keanehan Satria sejak dua hari belakangan, kekasihnya itu lebih banyak diam dan melamun ketimbang mendengarkan celotehannya. Tak terlihat senyum apalagi tawa, lari ke mana semuanya? Satria menggeleng, “Nggak apa-apa.” “Hiro, kalau emang aku ada salah—tolong bicara aja, jangan diem terus begini—akunya jadi bingung mau gimana,” ujar Fransiska seraya merangkum tangan kiri Hiro, mereka berada di mobil Satria yang masih melaju sore itu. “Aku lagi banyak pikiran.” “Iya, tapi apa? Kamu nggak pernah cerita sama aku, biasanya kamu suka ngomong i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN