Ke mana lilin yang seharusnya menemani kekosongan dalam dunia yang gelap ini? *** Elsa melangkah di trotoar tepi jalan besar sendirian, ia melangkah perlahan seraya memikirkan banyak hal-hal tak terduga yang akhir-akhir ini mengusik pikirannya tempo hari, dan Elsa merasa makin waktu berlalu maka semakin besar masalah yang ia hadapi, padahal ia merasa tak sesabar itu untuk menghadapi tiap masalah dalam hidupnya, tapi kenapa Tuhan masih saja memberinya konflik bertubi-tubi? Beberapa meter lagi ia akan sampai di JPO—tempat tujuannya sore ini, setelah bertemu Fransiska tadi—ia tak bisa lagi berpikir jernih, ingin sekali Elsa menemui Satria dan memintanya agar kembali bersama Fransiska, tak usah acuhkan dirinya, ia sudah berusaha keras agar menjauh dari semuanya sejak lama—sejak ia pergi ke

