Kau buat perasaanku seperti perputaran bianglala yang bisa merendah dan meninggi kapan saja. *** Tawa renyah itu terdengar dari beberapa pria yang sibuk dengan permainan kartu remi mereka, hampir semua adalah warga sekitar termasuk Akew sendiri, yang paling berbeda dan paling menonjol karena lebih muda dari semuanya ialah Satria. Ia ikut permainan kartu remi tanpa uang itu, semua hanya ajang suka-suka agar tak suntuk dan ngantuk setelah waktu terus saja merangkak menenggelamkan keriuhan menjadi kesunyian. Sekarang waktu sudah merangkak ke angka sebelas, dan hanya teras vila Hasan yang begitu ramai oleh candaan para laki-laki itu. Mereka sesekali tertawa kala menanggapi pemain yang kalah wajahnya harus dicoret menggunakan bedak bayi, dan semua itu tampak lucu, Satria saja sudah dicoret p

