Usai menyerahkan si tangan kanan dan komplotannya, Zidane ke luar dari gudang dengan tertatih. Kepalanya sangat pusing. Ia yakin itu bukan karena gas beracun yang ia lempar di gudang. Tapi karena ingatannya yang muncul tiba-tiba sedangkan dia sendiri merasa tidak pernah mengalami lupa ingatan. Bagaimana bisa bayangan itu muncul seolah itu adalah masa lalunya? Zidane melempar maskernya dengan sembarang, dengan tertatih ia berjalan menuju mobilnya. Pikirannya saat ini berkecamuk. Bingung. Rasanya ia ingin kembali ke desa itu dan berharap sesuatu muncul di kepalanya seperti waktu itu. Tapi, sebelah hatinya lagi ingin segera menemui Zihan. Ia berharap Zihan baik-baik saja dan semoga saja gadis itu belum menyadari profesinya. Tapi, memangnya kenapa kalau Zihan tahu? Sejak awal tujuannya men

