Zidane melempar tasnya sembarang saat sampai di markas Z.I.A, ia berjalan tanpa menoleh rekan-rekan kerja yang menyambutnya karena berhasil menyelesaikan misi dengan baik. Di dalam kepalanya saat ini adalah Zian. Ia harus bertemu Zian. “Di mana Zian?” tanya Zidane pada bodyguard yang berjaga di depan ruangan Zian. “Maksud anda, Boss? Dia sedang memancing di taman belakang.” “Memancing? Yang benar saja!” Zidane kemudian berjalan menuju taman belakang, dan mendapati Zian tengah sendirian, tidak ada bodyguard yang berjaga seperti biasa. Ini saat yang tepat dan leluasa untuk bertanya pada Zian yang cenderung menjaga imagenya di depan bawahannya. “Tell me, who is Derreck Willton!” Zidane bahkan enggan basa-basi. Zian hanya menoleh mendengar nama itu di sebut. Ia sudah menduga Zidane cepa

