Bab 35 - Break Up

1681 Kata

Diaz mengetuk pintu kamar Zihan dengan pelan, sudah beberapa menit berlalu tapi Zihan tetap tidak bergeming. Sudah berbagai macam rayuan yang Diaz gunakan untuk membujuk Zihan. Mulai dari berlayar romantis dengan yachtnya, liburan ke luar negeri, shopping tas branded, dan lainnya. Tetap saja Zihan tidak menyahut Diaz sama sekali. Sementara itu di dalam kamar, Zihan duduk di sebuah kursi panjang beralaskan karpet bulu berwarna putih, kursi panjang itu langsung menempel dengan jendela besar yang ada di kamarnya, jendela besar yang memamerkan keindahan kota New York. Zihan tersandar sambil memeluk kedua lututnya, matanya menatap ke jendela dengan pandangan kosong. Pikirannya berkecamuk, sedih, kecewa,bingung dan rindu bercampur menjadi satu. Jika bisa memilih, ia lebih memilih untuk tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN