Dor! Suara tembakkan yang tak asing lagi di telinga Peter. Pria itu sedang menunggu Zian selesai dengan aktivitas menembaknya di belakang kastil tua miliknya. Satu botol wine masih berisi pecah dan isi wine tumpah ke mana-mana. Tak puas sampai di situ, Zian melanjutkan menembak target berikutnya, dengan jarak yang lebih jauh dari sebelumnya. Prang! Satu botol wine pecah lagi. Setelah puas, Zian kemudian melepas penutup telinga dan sarung tangannya, ia menghampiri Peter yang telah satu jam menunggunya. “Ada apa?” “Zidane,” ujar Peter sembari mengikuti Zian yang sedang menuju kursi tua, Zian kemudian duduk dan menenggak sebotol minuman yang telah disiapkan oleh pelayannya, kemudian membasahi wajahnya dengan air dari botol minuman itu. Jika Peter adalah seorang perempuan, atau ada pere

