Bab 42 - a Lie

1587 Kata

L-Tech Corporation, NYC | 08.00 AM. Zihan berjalan dengan tergesa, disusul Zidane di belakangnya. Keduanya hampir saja terlambat. Sebentar lagi meeting akan di mulai, meeting perdana yang akan Zihan ikuti tapi dia malah nyaris terlambat. Zihan tentu saja menyalahkan Zidane. Gadis itu tidak terlambat bangun. Ia hanya kebingungan memilih outfit yang harus ia kenakan hari ini karena lehernya memiliki tanda kepemilikan dari Zidane. Sedangkan hampir seluruh baju atau dressnya selalu memamerkan leher hingga pundaknya. “Lo sih! Kenapa ninggalin bekas sih?” Omel Zihan saat keduanya memasuki lift. Zidane terdiam. Wajahnya mungkin sudah memerah. Padahal ia sudah sering melakukan itu. Tapi entah kenapa saat bersama Zihan terasa berbeda. Dan perasaan bersalah macam apa ini? Bukankah ia sudah ser

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN