Laurens Mansion, NYC | 10.00 AM Zihan menekan tombol di remote sehingga tirai di kamarnya perlahan bergerak, membuat sinar matahari memasuki kamarnya. Ia sengaja karena Zidane tidak kunjung bangun dari tidurnya. Ia malah mempererat pelukannya pada Zihan. “Zidane, bangun!” “Hmm” jawab Zidane seadannya. Mata pria itu benar-benar masih sangat mengantuk. Tidur bersama Zihan dapat membuatnya tidur nyenyak semalaman tanpa mimpi buruk menghantuinya. Zidane sendiri bingung kenapa hal itu bisa terjadi. Ia pernah tidur bersama wanita lain semalaman tapi tetap membuatnya terjaga di tengah tidur nyenyaknya. Maka saat ini, Zidane benar-benar tidak ingin bangun. Rasanya ia ingin menghabiskan sisa hari ini di atas ranjang seperti ini bersama Zihan. “Zidane bangun, gue harus ke L-Tech Corp sebentar

