Oh gosh, devil satu ini membuat Zihan seketika melupakan amarahnya. “Excuse me Mr. Zidane, lo gak akan bisa nipu gue lagi. Gue bahkan gak tahu udah berapa banyak wanita yang lo tiduri.” Zihan membuang muka, entah kenapa bibirnya malah berkata seperti itu. Bertolak belakang dengan perintah hatinya untuk segera pergi dari tempat ini. “Gue juga gak tahu.” “Lo gak tahu karena lo gak hitung atau karena udah terlalu banyak wanita yang lo tiduri?” “Dan kenapa lo mau tahu? Tenang aja setelah gue kenal sama lo gue gak pernah nyentuh cewek mana pun. Terakhir juga, itu… ehm, sama lo.” Sial. Pipi Zihan memerah setiap kali membayangkan yang Zidane lakukan padanya waktu itu. Bahkan, bekas kepemilikan itu masih ada di lehernya. Jika tahu hal itu lama menghilang, Zihan tidak akan membiarkan Zidane

