Sketsa Tersembunyi dan Kejeniusan yang Terungkap

1019 Kata

​Pagi itu, setelah pemeriksaan akhir, Dokter Rina mengizinkan Anisa pulang dalam tahap pengawasan. Aidan segera mengurus kepindahan itu, lega karena bisa kembali mengontrol situasi jauh dari mata keluarga. ​Anisa saat ini duduk di ranjang, menunggu Aidan kembali. Anita duduk di sampingnya. "Mbak, serius sudah enggak apa-apa? Wajah Mbak masih pucat, lho," ucap Anita khawatir. ​"Insya Allah Mbak enggak apa-apa. Kan kamu tahu sendiri, Mbak ini butuh kenyamanan. Daripada harus di rumah sakit yang ada tambah sakit, enggak sembuh-sembuh. Bayangkan saja dua minggu Mbak harus stay di rumah sakit, yang ada badan Mbak ngedrop gara-gara suasana," ucap Anisa, yang membuat Anita tersenyum. ​Ketika keduanya sedang mengobrol tiba-tiba pintu ruangan dibuka. Terlihat Aidan mendorong kursi roda yang memb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN