Takhta. Benda itu tidak mampu memberikan kesenangan yang dahulu Jenin dambakan. Setelah berhasil menyatukan visi dan melengserkan kepemimpinan Caius, dia merasa hampa. “Baginda, pembangunan rumah sakit bagi rakyat telah diselesaikan,” salah satu menteri melaporkan. “Mereka meminta kehadiran Anda di acara peresmian.” “Ya,” katanya. “Sekretaris istana akan mengurus izin peresmian.” Satu demi satu orang meluncurkan gagasan dan Jenin menolak sebagian ide lantaran menurutnya tidak berdampak bagus pada kesejahteraan umum. Sekarang dia ingin memberikan kelonggaran bagi siapa pun yang ingin mengubah jalan hidupnya dengan mendirikan sekolah bagi rakyat. Ilmu tidak lagi disimpan di perpustakaan dan hanya dinikmati kalangan atas. Kini siapa pun dipersilakan mengasah kemampuan dan bekerja di istan

