47

1345 Kata

Jenin tidak bisa mencintai siapa pun kecuali egonya. Sekian banyak jiwa dimangsa hanya demi memuaskan kehampaan miliknya. Percayalah, tidak ada apa pun bisa memenuhi lubang di hati Jenin.  Termasuk aku. Dia mengurungku dalam kemewahan; gaun, perhiasan, riasan, makanan, sutra; semua dipersiapkan khusus untuk menyenangkanku. Namun, aku tidak membutuhkan segala kemewahan tersebut. Satu-satunya yang begitu kudambakan hanyalah kebebasan. Istana hanyalah bentuk lain dari penjara. Aku merupakan seorang tahanan. Apabila manusia dirampas kehendak serta hak mereka, maka perlahan-lahan identitas diri pun memudar.  Jenin tidak mengerti. Dia tidak mau mengerti.  Ketidakberdayaan membuatku sakit. Begitu aku menolak makan dan bermaksud melaparkan diri sendiri, Jenin akan menghukum salah seorang pela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN