Aelia. Manusia memanggilnya sebagai perpanjangan tangan Sang Waktu. Dia merupakan salah satu penjaga rahasia semesta berikut kisah kejadian penciptaan. Kepada Aelia kehidupan dan kematian mengristal sebagai cermin kebenaran. Sebab setiap kematian akan melahirkan kehidupan. Aelia mengarahkan jiwa-jiwa kepada pemberhentian. Bila Elea, Sang Kematian, memilih membenamkan jiwa-jiwa merana ke Sungai Hitam, maka Aelia akan mengangkat jiwa-jiwa tersebut menuju kehidupan baru. Luma menganugerahi Aelia dengan sebutan Dewi Pengharapan. Beratus dimensi saling tumpuk seperti halaman-halam dalam buku. Aelia menyaksikan era berganti, dari gelap menuju terang maupun sebaliknya. Seperti saat ini; dia memperhatikan kepergian seorang manusia. Jiwa tersebut terpisah dari raga, melayang, dan terbang meninggal

