19

1384 Kata

“Apa yang kausembunyikan dariku?”  Pertanyaan itu terlontar begitu saja; meluncur, bebas tanpa bisa kuhalangi lajunya, dan mendadak dorongan mengetahui kebenaran jauh lebih besar daripada rasa takut.  “Kenapa ada rahasia di antara kita?” Wangi bunga memudar, aku takmampu mengendus harum yang dahulu menenangkanku. Kecemasan menggelayut seperti cakar iblis. Jemari Nox terasa dingin saat aku menggenggamnya. Entah suhu udara yang kian mendingin atau kehangatan mulai meninggalkan kami—aku tidak tahu. “Nox, ada apa?” Kumohon. Nox, katakan yang sebenarnya. Hanya aku yang bertanya. Aku seorang. Nox berada di hadapanku, tetapi benaknya ada di tempat lain. Separuh bagian dairinya berada jauh dari jangkauanku. Aku tidak ingin kehilangan Nox. Tidak, bukan seperti ini perpisahan yang kuinginkan. 

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN