13

1378 Kata

Duduk di pangkuan pemuda tampan, anehnya, tidak membuatku berdebar-debar. Momentum “inilah takdir cinta”. Dua kutub saling menarik. Nyanyian cupid. Sensasi manis pasangan kekasih. Semua itu ... tidak muncul, tidak kurasakan, dan tidak kuinginkan. Tidak ada gairah cinta. Jantung tetap berdetak stabil seperti biasa. Terlalu biasa kalau boleh jujur. Tidak ada bunga mekar serempak di sekitarku. Tidak ada sensasi kupu-kupu terbang dalam perutku. Intinya: Jiwaku kering hingga tidak mampu merasa jatuh cinta.  Wajar, bisa jadi. Tidak wajar, mungkin saja. Aku tidak pandai memilah emosi saat pemuda rupawan memperingatkanku perihal bahaya. Jauh sebelum aku bertumbuh dewasa sebagai Alina, telah kusadari ancaman kematian yang dijatuhkan Nox dan Caius.  Oleh sebab itulah, sedari awal aku berusaha menj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN