14

1286 Kata

Lazimnya mulutku aktif mencetuskan bahan pembicaraan. Namun, malam ini otakku menginstruksikan siaga satu. Alina 0.4 si tukang ngibul memutuskan rehat sejenak dari dunia gunjing-menggunjing. Situasi tidak kondusif. Jenin dan Nox memulai perang tatap—mungkin mereka berdua saling lempar belati lewat pikiran. Adu kekuatan. Tidak berdarah, tetapi cukup membosankan bagi penonton, yakni aku.  Tuan-Tuan, sebenarnya kalian bisa istirahat sejenak; tenangkan pikiran, buang emosi negatif, dan awali perkenalan. “Hei, aku calon istri fiktifmu.” ... “Hei, aku calon suami fiktifmu.” ... “Wah, kau bukan Yuna.” ... “Tuan Penyihir, Anda ganteng sekali.” Lalu, aku bisa mundur perlahan, pura-pura tidak melihat ada cinta dan kupastikan: Lenyap. Apa gunanya aku ada di sini? Setelah memutuskan mundur dari kanc

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN