41

1121 Kata

Dari sekian hal yang bisa diutarakan olehku, hanya satu kata, “Kenapa?” “Baginda dilanda kegilaan.” Caius berubah?  “Aku bersumpah demi jantungku,” Nox menguatkan peringatan akan datangnya bahaya. “Ikutlah denganku.” Amis darah. Pertama kali aku mencium anyir darah manusia, di kehidupan kedua, ialah saat berjumpa Penyihir Rugal. Hanya ia seorang yang pantas disebut sebagai kegilaan, bukan Caius. Sejauh ini Caius tidak pernah terlihat semengerikan penggambaran Nox. Dengan kuasa yang Caius miliki, ia tidak perlu menunggu persetujuanku bila ingin menikahiku. Dia hanya perlu mengeluarkan perintah. Satu komando dan segalanya terselesaikan.  “Nox, aku tidak mengerti.” “Tidak ada waktu untuk keraguan,” Nox mendesak.  Tubuh Nox tercium seperti kekacauan, bila kekacauan memiliki aroma.  “Or

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN