Delapan Belas

1178 Kata

Malam menjelang, Anara sudah diboyong ke rumah Prakasa. Design-nya pun sudah berubah total dari rumah yang terakhir Anara lihat. Bentuk furniture dan cat berubah total, Anara seperti melihat rumah baru bukan rumah masa lalu. "Suka?" Anara mengangguk pelan. "Suka," jawab Anara masih memindai sekelilingnya. "Kalau ada yang nggak sreg, kamu bisa kasih tahu aku." "Hem..." "Mau makan?" Anara menggeleng pelan, tersenyum tipis. "Masih kenyang." Prakasa mengangguk. "Nanti kamu bisa lihat-lihat lagi besok, kita istirahat dulu di kamar," ajak Prakasa menggenggam jemari Anara. "Cuti berapa hari?" "Cuma 2 hari." "Kenapa nggak satu minggu aja? Atau lebih bagus resign aja sekalian." Seketika Anara melepaskan genggaman tangannya menatap sengit Prakasa. "Enggak ya, aku nggak mau resign." Prakas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN