Bab 24

1727 Kata

Di kantor, Arman terus menguap. Sesekali pria mengusap tengkuknya karena merasakan ketegangan di lehernya. Kurang tidur, itulah yang Arman alami. "Pak asisten," Arman terlonjak kaget kala sebuah suara mengejutkan nya. "Bisa ketuk pintu dulu, tidak? budayakan yang sopan kalau masuk ruangan orang, jangan asal nyelonong kaya maling ayam." Ketus Arman sewot. Sonia menatap Arman dengan tatapan datar. Wanita itu sedang tidak mood untuk bertengkar dengan pria gabut tersebut. "Aku kemari karena di perintahkan oleh tuan Drex. Ponsel anda rusak? ini? juga rusak, atau sedang dalam mode silent?" tunjuk Sonia pada ponsel Arman yang tergeletak di atas meja kerjanya, juga pesawat telepon tak jauh dari letak ponsel pria itu berada. Arman mengerutkan keningnya heran. Pria itu lekas memeriksa ponselnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN