Di kota yang di juluki kota kembang, seorang pria terlihat memasang wajah datar. Pria itu adalah Arman. Kekesalannya membuat fokusnya teralihkan, hingga tanpa sengaja, pria itu menabrak seorang wanita. Brugh! Bahu tegap Arman menabrak punggung kecil seorang wanita, hingga membuat wanita tersebut terhuyung ke depan. Belanjaan di kedua tangannya, membuat si wanita tak bisa menyeimbangkan diri. Dan ya, wanita itu terjerembab ke bawah dengan kedua lutut terlebih dahulu menyapa permukaan jalanan yang terbuat dari beton. Suara ringisan si wanita membuat Arman kalang kabut. Dengan gerak cepat Arman membantu si wanita untuk berdiri. "Maaf nona, aku tak bermaksud untuk menabrak anda. Sungguh!" ucap Arman merasa sangat bersalah. Apalagi kala melihat lutut si wanita yang mengeluarkan bercak darah

