Jangan lupa follow n favorit ya kak?? "Lalu...dimana kakakku mas?" tanya Susan dengan suara bergetar hebat. "Di Jakarta. Kau ingin bertemu dengannya?" secepat kilat Susan mengangguk, namun kemudian segera menggeleng. Tatapan nya beralih ke arah dapur. Ada rona ketakutan yang tengah Susan sembunyikan. "Kenapa? apa kau takut pada mertuamu? suamimu?" Susan bergeming, tak epik jika menceritakan perihal rumah tangganya pada orang asing. "Tak apa Susan, jangan takut. Mereka tak akan lagi bisa menyakitimu, ada aku yang akan menolongmu kali ini." Ujar Arman meyakinkan. Susan sedikit terkejut, namun mengingat jika Arman adalah sahabat suami tetangga nya, yang mulutnya sangat ramah tersebut. Susan tak lagi heran. "Nak Arman, gimana? Susan bicara apa saja, maksud saya ngobrolin apa saja kalian?

