Jangan lupa follow ya kak? "Ya mas, biasa 'kan namanya orang tinggalnya bertetangga, ya saling bertamu walau ya hanya sampai di teras saja Tidak apa, sudah biasa kalau di kampung mah. Ya 'kan bu Romlah?" Wanita yang sejak tadi terus menelisik penampilan Arman terjengkit, kala mendengar kalimat penuh sindiran dari mulut lemes tetangga itu. Dengan senyum kikuk, bu Romlah mengangguk kemudian menggeleng tak jelas. "Mas? kok mbak Susan nya di pandangi terus? di sebelahnya itu herdernya loh, eh, mertuanya maksud saya." Surti cekikikan sembari menutup mulut nya dengan telapak tangan. Bu Romlah mendengus kesal kala mendengar kalimat tak enak dari mulut Surti. "Susan? ini bener dirimu dik? ya Tuhan! akhirnya kita bertemu juga setelah sekian lama kau menghilang tanpa kabar. Mas merindukan mu d

