Waktu berjalan tanpa menunggu siapmu, begitulah dengan kehidupan keluarga kecil Drex. Usia kandungan Pelangi telah memasuki bulan akhir menjelang persalinan. Pria super protektif tersebut menjadi semakin posesif terhadap segala tindak tanduk sang istri. Kekhawatiran Drex benar-benar membuat ruang gerak Pelangi terbatas. Seperti saat ini, pria itu memangku laptopnya di taman komplek perumahan mereka. Itu karena sang ratu hati tengah berjalan santai ke sana untuk meregangkan otot-otot tubuh nya, yang semakin hari sering terasa kurang nyaman efek dari kehamilannya. "Sayang?" Pelangi yang tengah menikmati sepotong pisang keju sontak menoleh ke arah sang suami. "Ya?" tanya wanita hamil itu mengerutkan keningnya. "Kau sejak tadi hanya ingat mengenyangkan dirimu sendiri, lalu aku? kenapa

