Seperti niat awalnya, Milanov kini tengah berada di depan gedung pencakar langit yang berdiri kokoh di hadapannya. Pria paruh baya itu membulatkan tekadnya untuk menyambangi perusahaan tersebut dengan setumpuk harapan yang terselip dalam doa hatinya. "Maaf pak, sejak tadi saya perhatikan bapak terus memandangi gedung perusahaan ini. Kalau boleh tau, bapak mau bertemu siapa di dalam? sudah ada janji atau bagaimana?" tanya seorang sekuriti menghampiri Milanov yang memang sejak tadi tak lepas memandangi gedung tersebut. Milanov tersentak kemudian melepaskan sebuah senyum ramah. "Ah tidak, maksud saya, saya belum membuat janji. Tapi...saya ingin bertemu dengan CEO perusahaan ini, tuan muda Connor. Apa beliau ada di tempat? saya ada sedikit kepentingan dengan beliau yang cukup mendesak," ka

