Bab 18

1108 Kata

Untuk pertama kalinya, seorang Pelangi, wanita sederhana dari kalangan kelas bawah. Memasuki gedung hotel berbintang. Jangankan hotel berbintang, hotel murahan saja Pelangi tak pernah memasukinya meski hanya sekedar di lobby. Drex yang menyadari jika istrinya merasa tak nyaman, berbisik pelan sembari menggenggam erat jemari Pelangi. "Tak apa sayang, jadilah dirimu sendiri. Jangan pedulikan tatapan orang-orang yang mengarah padamu. Terutama tatapan penuh puja para pria. Aku sendiri yang akan mencongkel mata mereka dari tempatnya." Ucap Drex berbisik. Pelangi tersenyum geli mendengar ancaman sang suami. Hatinya menghangat, melihat betapa posesifnya Drex terhadapnya. "Aku hanya tak mengerti cara menghadiri undangan pernikahan para orang kaya. Aku takut membuatmu malu memiliki istri yang k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN