Sesuai kesepakatan Pelangi akan berangkat ke Jakarta di antar oleh oma Saudah. Drex sengaja tak menjemput, karena pria itu lebih memilih menyambut kedatangan Pelangi dan putrinya di Jakarta. "Apa ini sudah Sonia? Arman? apa tugas yang ku berikan sudah kau selesaikan. Putriku sedang dalam perjalanan, ayo bekerja lebih gesit lagi. Aku ingin semuanya beres dalam setengah jam." Titah Drex tak sabar. Tanpa tau kesulitan apa yang di hadapi oleh keduanya. Meski banyak pekerja lain, namun terasa kurang bagi Drex. Pria itu ingin segalanya sempurna untuk menyambut putri kecilnya juga Pelangi, sang pujaan hati. Sonia juga Arman hanya bisa menghela nafas panjang. Kesabaran keduanya bagai di pertaruhkan di meja judi. Seminggu ini kesibukan mereka hanya seputar kediaman mewah Drex juga toko furniture

