Teresa menatap Pelangi tak berkedip. Wanita itu seperti melihat seseorang saat berhadapan dengan wanita muda itu. "Kak, berhenti menatap wanitaku begitu." Tegur Drex tak suka. "Kau membuat Pelangi tak nyaman," lanjut Drex meraih tangan Pelangi yang terasa berkeringat dingin. "Ah maaf, aku hanya merasa familiar dengan matamu. Seperti melihat seseorang yang sangat aku kenali. Tapi aku lupa siapa dan di mana pernah melihatnya. Maafkan aku Pelangi, sungguh aku tak bermaksud membuatmu tak nyaman." Ucap Teresa merasa bersalah. Pelangi tersenyum simpul, lagi-lagi membuat pikiran Teresa menerawang jauh. Hingga akhirnya wanita memutuskan untuk bermain dengan sang keponakan agar pikirannya teralihkan. Melihat bayi sang adik, Teresa tersenyum perih. Di raihnya ponsel tak jauh dari sana lalu memo

