“Tidak… tidak… ini tidak mungkin terjadi.” Napas Juan mulai memburu. Ia memegang pinggiran meja untuk menahan tubuhnya yang seolah kehilangan kekuatan. Begitu banyak darah, begitu banyak pertempuran yang ia lalui selama bertahun-tahun… tapi rasa takut yang menggigit dadanya kali ini jauh lebih menakutkan dari semuanya. Karena ia kehilangan Alicia. Satu-satunya orang yang membuat hidupnya kembali terasa hangat. Juan berjalan cepat ke balkon, ke dapur, ke kamar mandi, memeriksa satu per satu walau ia tahu itu sia-sia. Setiap sudut apartemen memantulkan satu kenyataan: Alicia benar-benar menghilang. Lalu sesuatu dalam dirinya patah. “Nelly…” gumamnya, suaranya rendah dan gelap. Pupilnya menyempit. Hatinya mencelos, berganti dengan amarah yang membakar. “Atau Zack.” Rahangnya menger

