"Dia hamil." Kembali suara itu terdengar. Aku dan Pak Raphael sama-sama menatap seorang wanita paruh baya yang berdiri di ujung jalan. Di tangannya terdapat bungkusan plastik, nampaknya ia baru saja belanja di warung sebelah. "Minum dulu, Neng." Aku pun menerima air mineral dalam botol yang diberikan oleh wanita itu dan meneguknya sambil berjongkok. Tenggorokan pun terasa segar setelah beberapa detik. "Maksudnya apa, ya, Bu?" tanya Pak Raphael. "Biasanya kalau wanita muntah-muntah itu, ya, hamil. Mending, Neng, periksa deh. Kasihan dari kemarin Ibu perhatikan." Aku menoleh pada Pak Raphael yang tampak mengatur napasnya. "Makasih, ya, Bu." Lelaki itu mengangguk hormat, wajahnya tetap teduh dan tenang. "Sama-sama, Pak." Ibu tadi lantas pergi. Aku harus bilang apa sama lelaki ini? Ba

