Aku Tak Tahan Lagi

1278 Kata

Aku meminta maaf pada asisten Pak Raphael untuk tidak bertemu dengan pria yang tadi digandeng oleh Rina itu. Aku tak sanggup menatapnya. Papa ... lelaki yang harusnya ada di pelaminan untuk menyaksikan pernikahanku, adalah orangtua dari Rina--kekasih Mas Ari. Lengkap sudah penderitaanku. Apakah dia akan ingat bagaimana wajah putrinya ini? Aku sibuk mengusap air mata di depan komputer. Hampir satu pack tisu telah basah kugunakan. Mencoba terus terfokus mengerjakan sisa tugas hari ini, aku menarik napas dalam-dalam. Mungkin Susi yang duduk di sebelahku itu mendengar aku terisak lirih. Dia menyembulkan kepalanya mengintipku. "Eh, kenapa nangis? Ada apa? Cerita, gih!" Tangan Susi menyentuh lenganku. Dia menatap dengan raut yang memelas ketika aku menjawab hanya dengan gelengan kepala. "Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN