1. Meninggalkan Sarang

826 Kata
"Bergerak seinci kepalamu bolong," ancam Dena ketika Kresna berbelok arah. Seperti dugaannya, Kresna akan beredar di ruang divisi 01. Padahal Kresna adalah anggota divisi 03, yang mana memiliki keterbatasan untuk mengakses informasi yang disediakan divisi 01. Sebutannya boleh divisi 01, berisi orang-orang yang bertugas menghimpun informasi guna membantu tugas agen lapangan. Itu yang dijelaskan di atas kertas. Karena faktanya divisi 01 tidak sesederhana itu. Divisi 01 berisi manusia busuk yang bertugas memilih data yang cocok untuk dilaporkan dan menghapus sisanya. Maka, tidak berlebihan jika Dena mengatakan divisi 01 berisi manusia busuk. BIN sendiri memiliki empat divisi yang dibedakan berdasarkan fungsinya. Divisi 01 adalah divisi sumber data utama, berisi mereka yang berkerja di balik layar menerima aneka masalah yang masuk, lalu memutuskan yang dianggap layak untuk ditindaklanjuti. Divisi 02 adalah mereka yang bertugas mengawasi segala jenis tindakan cyber. Mulai dari mencegah peretasan informasi negara yang dilakukan negara lain, mengawasi jalur komunikasi pejabat-pejabat yang dianggap penting dalam pemerintahan. Juga ijin untuk melakukan tindakan apapun di dunia virtual dalam upaya mencegah ancaman, dengan syarat tidak meninggalkan jejak yang malah membuat negara dalam bahaya. Divisi 03 adalah divisi idaman setiap agen. Divisi ini berisi orang-orang yang akan diterjunkan langsung untuk misi lapangan. Menyusup, menyamar, menggali informasi, semua yang langsung bersinggungan dengan khalayak umum. Karenanya agen di divisi ini juga dituntut untuk menguasai segala kemampuan standar mata-mata. Karena agen 03 lebih sering bekerja secara individu, mereka dituntut untuk mampu meretas aneka perangkat tanpa bantuan dan kelihaian untuk membaur dengan masyarakat demi mencari informasi. Yang terakhir adalah divisi 04. Tidak ada yang tahu pasti orang-orang yang masuk dalam divisi ini. Mulanya divisi ini diperuntukkan untuk misi khusus yang melibatkan hubungan antar negara atau keamanan tingkat tinggi. Sementara beberapa berpendapat jika divisi ini adalah bagian tergelap yang dimiliki BIN. Rumornya divisi ini bertugas dalam misi pembersihan. Mereka disebut eksekutor hingga tukang jagal BIN, manusia yang tidak ragu memusnahkan satu dua nyawa demi kepentingan misi. Agen di divisi ini sering "dipinjam" oleh instansi lain untuk kesuksesan rencana mereka. Tentu saja, semua pemusnahan itu dilakukan dengan rapi dan tanpa jejak. Sebenarnya masih ada satu lagi tim khusus. Tim ini dibentuk oleh ketua BIN sendiri, berisi orang-orang pilihan yang amat dipercaya untuk menjalankan misi tingkat tinggi yang langsung diberikan oleh ketua BIN. Seluruh anggota tim ini menjalankan protokol ghost. Yaitu mereka akan dianggap tidak ada, hanya akan dipanggil untuk melaksanakan misi. Keberadaan tim khusus ini juga masih menjadi rumor yang tidak pasti di BIN. Keberadaanya sama misteriusnya dengan divisi 04. "Ampun, Mas. Ampun." Mohon Kresna sambil menyatukan tangan di atas kepala. Dena tidak peduli, dengan kasar ditariknya kerah belakang Kresna persis seperti membawa anak kucing. Tapi Kresna juga tidak bodoh, dengan satu gerakan cepat ia berkelit ke samping lalu mendorong Dena, Dena yang tidak siap dengan serangan mendadak Kresna terlambat bereaksi beberapa detik hingga menabrak dinding. Dena baru akan membalas ketika Kresna sudah lebih dulu mengeluarkan jurus kaki seribu. Meninggalkan Dena hingga pria itu tidak bisa menangkapnya. "Sialan!" Umpat Dena kesal. Ia melirik arlojinya, sudah jam 12 siang. Sudah terlambat baginya untuk menukar misinya lagi. Ponsel Dena bergetar, telepon dari nomor pribadi. Hanya ada satu orang yang akan menghubunginya dengan cara seperti ini. Suara berat pria terdengar begitu Dena menempelkan ponsel di telinganya. "Segera bersiap! Mereka sudah menunggu," ujar pria di telepon dalam satu tarikan nafas. Dena bahkan tidak sempat menjawab, ia baru membuka mulut ketika panggilan itu sudah dimatikan. Lagi. Ponselnya bergetar, kali ini Dena menyadari ada pesan dari Kresna, Sorry terpaksa ditukar, Mas. Aku nggak mau ngurusin bocah. Apalagi dia perempuan. Mohon pengertiannya. Dena mulai mempertanyakan status keanggotaan Kresna di BIN. Bocah itu sama sekali tidak mencerminkan kepribadian mata-mata yang siap menjalankan segala misi. Dena tahu, Kresna memiliki trauma aneh dengan wanita. Pria itu akan gugup mendadak dan kemudian mengalami kelumpuhan fungsi otak jika menerima senyum seorang wanita. Ia sempat menduga Kresna lulus tes BIN dengan cara curang, seperti membayar suap atau menggunakan koneksi orang dalam yang bisa saja ia miliki. Dena tidak punya pilihan selain melaksanakan misi yang sudah Kresna tukar. ia sudah cukup bersyukur karena atasannya tidak mempermasalahkan penukaran misi yang sebenarnya dilarang ini. Misi adalah rahasia yang harus mata-mata jaga meski itu akan mengorbankan nyawanya, dengan tindakan penukaran misi ini secara tidak langsung misi sudah bisa disebut bocor dan tidak terjamin lagi kerahasiaannya. Dena menyandang ransel di pundaknya, menempelkan ibu jarinya di mesin finger yang tertanam di pintu kamarnya. Setiap anggota BIN akan menghuni asrama yang dipersiapkan BIN bagi mereka saat pelatihan dan saat tidak bertugas. Meski nyatanya lebih banyak kamar yang dibiarkan kosong karena ditinggalkan untuk misi. Dena berjalan beberapa meter menuju stasiun kereta yang akan membawanya menuju lokasi pertemuan dengan orang yang akan ia kawal. Sebelum meninggalkan pelataran asrama BIN, Dena sempat melihat Kresna yang lebih dulu memasuki mobil hitam, Kresna sempat melambaikan tangan sebelum mobil yang ia naiki melaju. Sementara itu Dena bersumpah akan melubangi kepala Kresna dengan HK MP-5 jika ia melihat bocah itu lagi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN